BANGLI, BALI Sebanyak 145 mahasiswa mengikuti kegiatan Arabica Coffee Journey. Kegiatan ini berlangsung di kawasan perkebunan kopi di Desa Catur, Kecamatan Coffee Journey, sebuah program pembelajaran berbasis pengalaman yang mengajak peserta untuk mengenal secara langsung perjalanan Kopi Arabika Kintamani, mulai dari sistem pertanian tradisional, proses budidaya, pengolahan pascapanen, hingga penyajian kopi. Melalui konsep pembelajaran langsung di lapangan, para mahasiswa tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga diajak memahami proses panjang di balik secangkir kopi yang memiliki karakter dan identitas khas.
Arabica Coffee Journey menghadirkan pengalaman from farm to cup, di mana peserta mengikuti perjalanan kopi dari kebun hingga menjadi minuman siap dinikmati. Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah pengenalan terhadap Subak Abian Tri Karya Nadi, sebagai kelembagaan tradisional petani kebun yang berperan dalam menjaga keberlangsungan pertanian kopi di Desa Catur.
Berbeda dengan subak yang dikenal dalam sistem persawahan, Subak Abian merupakan organisasi tradisional masyarakat Bali yang mengelola pertanian lahan kering atau perkebunan. Dalam pengelolaannya, Subak Abian tidak hanya menjadi wadah kerja sama antar petani, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga kualitas hasil pertanian, menerapkan praktik budidaya, serta memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui sistem ini, kegiatan pertanian kopi tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial, budaya, dan tradisi masyarakat Bali.
Dalam perjalanan ini, para mahasiswa diajak melihat langsung bagaimana kopi Arabika tumbuh di kawasan dataran tinggi Kintamani. Kondisi geografis berupa tanah vulkanik, ketinggian, serta iklim yang relatif sejuk menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Kopi Arabika Kintamani.
Kopi Arabika Kintamani sendiri dikenal sebagai salah satu kopi unggulan Indonesia yang telah memperoleh status Indikasi Geografis (IG). Karakteristik wilayah, kondisi alam, serta metode budidaya masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas kopi tersebut.
Selain mengenal proses budidaya, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman memahami tahapan pengolahan kopi setelah masa panen. Perjalanan dimulai dari proses selective picking, yaitu pemetikan buah kopi yang telah matang sempurna atau berwarna merah. Setelah dipanen, buah kopi melalui proses sortasi sebelum memasuki tahap pengolahan. Peserta kemudian diperkenalkan dengan berbagai metode pascapanen yang dapat menghasilkan karakter rasa berbeda, seperti natural process, honey process, dan full-washed process.
Pada metode natural, buah kopi dikeringkan secara utuh sehingga menghasilkan karakter rasa yang cenderung lebih manis dan fruity. Sementara itu, honey process mempertahankan sebagian lapisan mucilage pada biji kopi untuk menciptakan keseimbangan antara rasa manis dan kebersihan rasa.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan full-washed process, salah satu metode yang banyak digunakan untuk menghasilkan karakter Kopi Arabika Kintamani yang dikenal memiliki rasa bersih dengan tingkat keasaman yang cerah. Proses ini melibatkan tahap pengupasan kulit buah, fermentasi, pencucian, hingga pengeringan sebelum biji kopi menjadi green bean.
Tahapan pengeringan menjadi salah satu proses penting dalam menjaga kualitas kopi. Biji kopi dikeringkan hingga mencapai kadar air yang sesuai sebelum memasuki proses pengupasan kulit tanduk atau hulling. Setelah itu, green bean kembali disortasi berdasarkan ukuran dan kualitas sebelum siap disimpan, dipasarkan, atau memasuki tahap roasting.
Tidak berhenti pada proses produksi, Arabica Coffee Journey juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tahap akhir perjalanan kopi. Setelah green bean disangrai, peserta dapat mengenal bagaimana proses roasting memengaruhi karakter rasa serta bagaimana kopi kemudian diseduh untuk menghasilkan pengalaman minum yang berbeda.

Melalui kegiatan ini, sebanyak 145 mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat bahwa secangkir kopi memiliki perjalanan yang panjang. Mulai dari kondisi alam tempat kopi tumbuh, kerja keras petani, sistem kelembagaan Subak Abian, proses pascapanen, hingga keterampilan dalam mengolah dan menyajikan kopi.
Arabica Coffee Journey menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan pariwisata, pertanian, budaya, dan gastronomi. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai produk Kopi Arabika Kintamani, tetapi juga memperkenalkan nilai di balik proses produksinya.

Melalui interaksi langsung dengan lingkungan perkebunan dan masyarakat lokal, mahasiswa diajak untuk melihat kopi bukan hanya sebagai sebuah komoditas atau minuman sehari-hari. Lebih dari itu, kopi merupakan hasil dari sebuah ekosistem yang melibatkan alam, pengetahuan lokal, tradisi, serta kerja kolektif masyarakat.
Salah satu mahasiswa Progam Studi Tata Hidang, Politeknik Pariwisata Bali menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini :
“Dari sini saya banyak belajar yang awalnya saya hanya tahu tentang kopi susu, sekarang saya sudah tau bagaimana pengolahan kopi, yang awalnya dari buah, bagaimana proses pemilahan, penjemuran hingga langsung menjadi green bean. Experience untuk kegiatan ini sangat seru, saya sangat menikmati kegiatan coffe experience ini, saya kasih rating 11/10 karena sangat seru”
Melalui Workshop Gastronomi Kopi Kintamani, Godevi menegaskan kembali perannya sebagai pionir dalam menghadirkan pengalaman edukatif yang autentik, kontekstual, dan berdampak sosial. Program ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan industri, serta membuka ruang kolaborasi nyata antara mahasiswa, praktisi, dan masyarakat desa wisata.
Sebagai pelopor konsep “authentic village experiences”, Godevi terus berkomitmen untuk menghadirkan program yang menginspirasi, memberdayakan masyarakat, dan memperkaya wawasan generasi muda pariwisata Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program edukatif dan pengalaman desa wisata autentik lainnya, silakan kunjungi: www.godestinationvillage.com.
0 Comments
- Be the first to comment.
Please login to leave a comment.
Login
Indonesia
English