News

 Demo Image
image
  • 2024-10-30 09:25:04
  • Tour, Tourism, Travel

Desa Wisata dan Wisata Desa : Apa Sih Bedanya? Temukan Jawabannya di Sini!

Dhiva

Sumber : desain pribadi

Pariwisata pedesaan (rural tourism) merupakan bidang yang semakin penting dalam konteks pembangunan pariwisata berkelanjutan. Dalam konteks ini, istilah "desa wisata" dan "wisata pedesaan" sering digunakan untuk menggambarkan upaya untuk mengembangkan potensi wisata. Terlepas dari kenyataan bahwa kedua ide ini mungkin terdengar serupa, Namun terdapat perbedaan yang signifikan. Wisata pedesaan dan desa wisata berbeda dalam orientasi dan tujuan mereka, menurut Buhalis (2000). Wisata pedesaan lebih fokus pada pengalaman wisatawan yang asli, mendalam, dan pengaruh positif pada budaya dan lingkungan lokal, sementara desa wisata lebih fokus pada meningkatkan ekonomi lokal melalui pembangunan infrastruktur pariwisata dan peluang bisnis.

Perbedaan Desa Wisata dan Wisata Pedesaan

Berikut adalah beberapa perbedaan antara desa wisata (tourist village) dengan wisata pedesaan (rural tourism) dalam hal sudut pandang, fokus tujuan, pendekatan pembangunan, partisipasi masyarakat lokal, pengalaman wisatawan, serta dampaknya terhadap masyarakat lokal :

Sudut Pandang : Desa wisata lebih kepada sudut pandang pengelola dalam batasan administrasi desa sebagai tempat aktivitas pariwisata dilakukan. Sedangkan wisata pedesaan lebih kepada sudut pandang wisatawan yang melakukan aktivitas wisata di suatu destinasi wisata.

Fokus Tujuan : Desa wisata lebih menekankan pada pembangunan infrastruktur pariwisata dan ekonomi lokal untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Sedangkan wisata pedesaan lebih menekankan pada mempertahankan budaya dan memberikan pengalaman nyata kepada wisatawan.

Pendekatan Pengembangan : Wisata pedesaan lebih berfokus pada melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, dan gaya hidup pedesaan. Sementara Desa wisata cenderung menginvestasikan fasilitas dan infrastruktur pariwisata yang dapat menarik wisatawan.

Partisipasi Masyarakat Lokal : Desa wisata melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan atau manajemen pariwisata, tetapi fokus utamanya adalah pada pengembangan ekonomi. Sedangkan Wisata pedesaan melibatkan partisipasi warga setempat untuk memberikan pengalaman autentik tentang kehidupan pedesaan dan budaya lokal.

Pengalaman Wisatawan : Desa wisata menawarkan berbagai fasilitas dan aktivitas rekreasi yang menarik bagi wisatawan, sementara wisata pedesaan menawarkan pengalaman yang lebih mendalam yang berfokus pada pemahaman budaya dan interaksi langsung dengan penduduk setempat.

Dampak Terhadap Masyarakat Lokal : Desa wisata dapat menciptakan lapangan kerja baru dalam sektor pariwisata, berdampak positif pada ekonomi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sementara itu, wisata pedesaan melalui pendapatan dari sektor pariwisata dipergunkan untuk melestarikan warisan budaya, mendorong kreativitas lokal, dan memberdayakan masyarakat setempat.

Contoh Desa Wisata dan Wisata Pedesaan yang tergolong berhasil di Indonesia.

Desa pemuteran ( Buleleng, bali )

pemuteran-beach-befreetour

Sumber : btp.ac.id

Desa Pemuteran di Buleleng, Bali, sukses menjadi desa wisata berkat kolaborasi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan, didukung dengan konservasi alam yang kuat. Masyarakat setempat menjalankan proyek konservasi terumbu karang, yang menarik wisatawan dengan keindahan lautnya sekaligus melestarikan ekosistem laut. Inisiatif ini memperkuat ekonomi lokal, memberi lapangan pekerjaan, serta memperbaiki taraf hidup warga. Konsep ini sesuai dengan konsep desa wisata yang berfokus pada pembangunan perekonomian lokal.

Desa Pentingsari (Yogyakarta)

dhiva 3

sumber : katadesa.com

Desa Pentingsari di Yogyakarta telah menjadi wisata pedesaan yang populer berkat penerapan pariwisata berbasis komunitas (CBT), yang mengutamakan keterlibatan langsung masyarakat lokal dalam bisnis wisata dan pelestarian alam. Desa ini menawarkan pengalaman budaya yang asli, keindahan alam, dan aktivitas lokal seperti bertani dan mempelajari seni tradisional, yang menarik wisatawan domestik dan asing. Konsep yang di tawarkan oleh desa ini sejalan dengan konsep pariwisata pedesaan yang dimana berfokus pada pengalaman wisata yang mendalam dan pelestarian kebudayan lokal.

Desa Wisata dan Wisata Pedesaan : Manfaat untuk Masyarakat Lokal dan Wisatawan

Pengembangan desa wisata dan wisata pedesaan memberi dampak positif bagi masyarakat lokal dan wisatawan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya:

  1. Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Lokal : Desa wisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pendapatan ekonomi lokal melalui kegiatan ekonomi berbasis pariwisata seperti akomodasi, kuliner, dan penjualan kerajinan lokal
  2. Pembukaan Lapangan Kerja : Kebutuhan akan layanan wisatawan mengurangi migrasi ke kota, menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk desa, dan meningkatkan stabilitas ekonomi di daerah pedesaan.
  3. Pelestarian Budaya dan Lingkungan : Wisatawan dapat menikmati budaya dan keindahan alam desa, sementara masyarakat lokal didorong untuk melestarikan tradisi dan lingkungan mereka, sehingga terjadi kesinambungan budaya dan alam yang bermanfaat dalam jangka panjang.
  4. Memperkaya Pengalaman Wisatawan : Wisata pedesaan memberi wisatawan pengalaman yang berbeda melalui kegiatan tradisional dan interaksi langsung dengan masyarakat, meningkatkan pemahaman mereka tentang budaya lokal.

 

 

 

Digitalisasi: Kunci Meningkatkan Daya Tarik Desa Wisata dan Wisata Desa di Era Modern!

  1. Pemasaran Digital yang Efisien : Desa wisata dan wisata pedesaan dapat menggunakan media digital seperti aplikasi, website, dan media sosial untuk mempromosikan keindahan dan keunikan mereka kepada audiens global. Promosi digital dapat menghemat lebih banyak biaya dan waktu serta memperluas jangkuan audiens.
  2. Kemudahan Transaksi dan Pelayanan: Di era sekarang Desa wisata dan wisata pedesaan disarankan untuk dapat menawarkan metode pembayaran dan reservasi online digital. Ini akan memudahkan wisatawan untuk memesan tiket, akomodasi, atau layanan lainnya sebelum kedatangan, meningkatkan kenyamanan dan pengalaman mereka di tempat wisata.
  3. Optimalisasi Operasional Desa Wisata: Penggunaan teknologi digital dapat membantu desa wisata dan wisata pedesaan dalam mengelola sumber daya mereka menjadi lebih efisien dan dapat melihat secara detail data kunjungan dan preferensi wisatawan, ini memungkinkan untuk membuat strategi pariwisata menjadi lebih relevan dan menarik.

 

Ayo Dukung Pengembangan Desa Wisata dan Wisata Pedesaan di Indonesia!

Saatnya kita berkontribusi untuk memperkuat potensi desa-desa di Indonesia. Dengan mendukung pengembangan desa wisata dan wisata pedesaan, kita bukan hanya membantu meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga melestarikan budaya dan tradisi yang berharga. Mari berkunjung, berpartisipasi, dan berbagi cerita tentang keindahan alam serta keragaman budaya yang ada. Ayo, bersama-sama kita ciptakan masa depan yang lebih cerah untuk pariwisata desa!

Referensi

Hall, D., & Buhalis, D. (2000). Rural tourism management: sustainable options conference. International journal of tourism research2(4).

https://pemasaranpariwisata.com/2023/08/25/perbedaan-desa-wisata-dan-wisata-pedesaan/

https://megapolitan.antaranews.com/berita/296499/ini-perbedaan-desa-wisata-dan-wisata-pedesaan

https://www.rri.co.id/daerah/794235/perbedaan-desa-wisata-dan-wisata-pedesaan

https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kr/article/download/19790/6406

https://www.panda.id/mengembangkan-potensi-wisata-desa-melalui-digitalisasi-bumdes/

https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Strategi-Digital-Tourism-dalam-Menggaet-Wisatawan

https://ojs.unud.ac.id/index.php/jkh/article/download/83020/43059